Widget HTML #1

Fungsi MCB (miniature circuit breaker)

Fungsi MCB (miniature circuit breaker). Alat ini adalah suatu peralatan pemutus rangkaian listrik pada suatu sistem tenaga listrik, yang mampu untuk membuka dan menutup rangkaian listrik pada semua kondisi, termasuk arus hubung singkat, sesuai dengan ratingnya. Juga pada kondisi tegangan yang normal ataupun tidak normal.


Fungsi MCB (miniature circuit breaker)

MCB (Miniatur Circuit Breaker) adalah komponen dalam instalasi listrik rumah tinggal mempunyai peran yang sangat penting. Komponen ini berfungsi sebagai sistem proteksi dalam instalasi listrik bila terjadi beban lebih dan hubung singkat arus listrik (short circuit atau konsleting).

Fungsi Utama Miniature Circuit Breaker (MCB) 

  1. Mengamankan kabel terhadap beban lebih dan arus hubung singkat. 
  2. Melewatkan arus tanpa pemanasan lebih. 
  3. Membuka dan menutup sebuah sirkit di bawah arus pengenal. 
MCB biasanya digunakan oleh PLN sebagai pembatas daya pada pelanggan - pelanggan daya rendah (daya 450VA - 33.000VA). Letaknya dibawah kWh meter dan di dalam panel bagi instalasi (biasanya didalam ruangan). MCB merupakan sebuah pengaman yang bekerja berdasarkan prinsip Bimetal, dengan beberapa elemen operasi yaitu : 
  1. Terminal trip (Bimetal) 
  2. Elektromagnetik trip (Coil) 
  3. Pemadam busur api 
  4. Mekanisme pemutusan 
Berdasarkan konstruksinya, maka MCB memiliki dua cara pemutusan yaitu : 

1. Pemutusan berdasarkan panas dilakukan oleh batang bimetal, yaitu : perpaduan dua buah logam yang berbeda koefisien muai logamnya. Jika terjadi arus lebih akibat beban lebih, maka bimetal akan melengkung akibat panas dan akan mendorong tuas pemutus tersebut untuk melepas kunci mekanisnya. 

2. Pemutusan berdasarkan elektromagnetik dilakukan oleh koil, jika terjadi hubung singkat maka koil akan terinduksi dan daerah sekitarnya akan terdapat medan magnet sehingga akan menarik poros dan mengoperasikan tuas pemutus. Untuk menghindari dari efek lebur, maka panas yang tinggi dapat terjadi bunga api yang pada saat pemutusan akan diredam oleh pemadam busur api (arc-shute) dan bunga api yang timbul akan masuk melalui bilah-bilah arc-shute tersebut. Keuntungan sebuah pengaman otomatis adalah dapat segera digunakan lagi setelah terjadi pemutusan, dalam pengaman otomatis terdapat kopeling jalan bebas karena kopeling ini otomatisnya tidak bisa digunakan kembali kalau ganguannya belum di perbaiki kembali oleh sistemnya. 

Sifat dari MCB ( Miniatur Circuit Breaker )

  1. Arus beban dapat diputuskan bila panas yang ditimbulkan melebihi panas yang dizinkan. 
  2. Arus hubung singkat dapat diputuskan tanpa adanya perlambatan 
  3. Setelah dilakukan perbaikan , maka MCB dapat digunakan kembali 

Konstruksi MCB ( Miniatur Circuit Breaker )

Konstruksi MCB ( Miniatur Circuit Breaker )

  1. Tuas aktuaror operasi On-Off 
  2. Mekanisme Actuator 
  3. Kontak penghubung 
  4. Terminal Input-Output 
  5. Batang Bimetal 
  6. Plat penahan & penyalur busurapi 
  7. Solenoid / Trip Coil 
  8. Kisi-kisi pemadam busur api 

FAQ

Q : Apa itu MCB?

A : MCB adalah singkatan dari Miniature Circuit Breaker. Ini adalah komponen listrik yang digunakan untuk melindungi sirkuit listrik dari arus lebih atau gangguan yang dapat menyebabkan kerusakan atau bahaya.

Q : Apa fungsi utama MCB?

A : Fungsi utama MCB adalah untuk melindungi sirkuit listrik dari arus lebih atau beban berlebihan yang dapat menyebabkan kabel listrik menjadi panas atau bahkan menyebabkan kebakaran. Ini juga melindungi peralatan listrik dari kerusakan akibat arus lebih.

Q : Bagaimana MCB bekerja?

A : MCB bekerja dengan cara mendeteksi arus lebih atau beban berlebih dalam sirkuit. Ketika arus melebihi batas yang ditentukan, MCB akan memutuskan aliran listrik dengan membuka sirkuit secara otomatis. Ini menghentikan aliran listrik dan melindungi sirkuit dari kerusakan.

Q : Apa perbedaan antara MCB dan saklar pemutus sirkuit (RCCB/GFCI)?

A : MCB dan saklar pemutus sirkuit (RCCB atau GFCI) adalah dua komponen yang berbeda. MCB berfungsi untuk melindungi sirkuit listrik dari arus lebih atau beban berlebih, sementara RCCB atau GFCI digunakan untuk melindungi dari kebocoran arus listrik ke tanah yang dapat menyebabkan bahaya terhadap manusia.

Q : Apa perbedaan antara MCB dan sekering (fuse)?

A : MCB dan sekering memiliki fungsi yang serupa untuk melindungi sirkuit dari arus lebih. Namun, MCB dapat digunakan berulang kali setelah dipicu, sementara sekering perlu diganti setelah dipicu. MCB juga lebih mudah di-reset daripada sekering.

Q : Kapan MCB biasanya digunakan?

A : MCB umumnya digunakan dalam instalasi listrik rumah, gedung komersial, industri, dan peralatan elektronik. MCB juga digunakan dalam panel listrik untuk mengatur sirkuit individu.

Q : Apakah MCB perlu diuji secara berkala?

A : Ya, MCB perlu diuji secara berkala untuk memastikan bahwa mereka berfungsi dengan baik. Pengujian ini dapat dilakukan oleh seorang teknisi listrik yang terampil. Ini penting untuk menjaga keamanan sirkuit listrik dan peralatan elektronik yang terhubung.

Q : Bagaimana cara memilih MCB yang sesuai?

A : Anda harus memilih MCB dengan kapasitas arus yang sesuai dengan beban sirkuit dan daya yang terhubung. Pastikan juga MCB memiliki sertifikasi dan memenuhi standar keselamatan listrik yang berlaku di wilayah Anda.

Q : Apakah MCB dapat menggantikan fungsi sekering?

A : Ya, MCB dapat menggantikan fungsi sekering dalam banyak aplikasi. MCB lebih mudah dioperasikan dan dapat di-reset, sementara sekering perlu diganti. Namun, pemilihan antara MCB dan sekering tergantung pada kebutuhan spesifik sirkuit listrik dan persyaratan kode listrik setempat.

Q : Apakah MCB dapat digunakan untuk melindungi perangkat elektronik sensitif?

A : MCB utamanya digunakan untuk melindungi sirkuit listrik dan peralatan dari arus lebih. Namun, untuk melindungi perangkat elektronik sensitif dari fluktuasi tegangan atau gangguan lainnya, biasanya diperlukan perangkat pelindung tambahan seperti UPS (Uninterruptible Power Supply) atau surge protector.

Sumber
https://www.scribd.com/doc/236481141/MCB